Didi kempot yang bernama asli Didit Prasetyo atau Dionisius Prasetyo merupakan salah satu musisi legenda Bumi Pertiwi kita. Lahir di Surakarta pada 31 Desember 1966. Didi Kempot merupakan anak dari salah satu comedian veteran Solo Mbah Ranto. Dia juga merupakan adik kandung dari veteran group Srimulat Mamiek Prakoso yang sudah meninggal tahun 2014. Menurut cerita nya didi kempot memang mempunyai bakat bernyanyi tetapi kondisi menjadikan dia hanya mapu menggunakan {keahlian|skill|bakat bernyanyi nya itu sebagai pengamen. Iya benar, didi kempot memulai karir “pro” nya melalui kerasnya jalanan kota Solo. Ngomong ngomong tentang Kota Solo, sampai sekarang ini pun terkadang beberapa orang masih tidak tahu antara perbedaan dari kata Solo dan Surakarta. Untuk itu kami akan tuliskan penjalasan nya secara singkat sekali karena kalau mau penjelasan panjang, penjelasan tersebut akan berhubungan langsung dengan sejarah. Jadi singkatnya Solo merupakan nama yang lebih familiar dengan warga Indonesia karena dulunya memang didaerah itu terkenal dengan namanya kampung solo yang berada dalam distrik dari keraton Surakarta. Setelah negara kita menjadi NKRI maka keraton Surakarta bergabung dengan NKRI. Sehingga secara resmi dan otonom Kota Surakarta merupakan nama kota Solo sesungguhnya. Tetapi masyarakat terlanjur menganggap Solo sebagai kota utama. Hal itu merupakan hal yang sangat wajar. Karena memang kata Kota Solo lebih terkenal dari Surakarta bahkan sampai event-event international pun menggunakan nama Kota Solo sebagai tagline.

Ning Stasiun Balapan
Kuto Solo Sing Dadi Kenangan
Kowe Karo Aku
Naliko Ngeterke Lungamu

 

Setelah itu Didi kempot ditawari untuk rekaman musik dan dari situlah muncul salah satu single yang menurut kami paling fenomenal ialah Stasiun Balapan. Lagu tersebut benar benar membuat namanya terkenal sehingga dia menjadi salah satu veteran penyanyi Campursari dari Jawa Tengah. Diatas adalah satu bait potongan dari lagu Stasiun Balapan milik Didi Kempot yang sangat terkenal dan fenomenal dizaman nya dulu, hingga saat ini. Saat lirik itu dikumandangkan maka semua akan familiar dengan lagu didi kempot yang satu ini. Mengkisahkan tentang bagaimana sedih nya hati ketika ditinggal pergi padahal sudah bersumpah akan kembali. Salah satu objek tempat yang di highlight adalah Stasiun Balapan. Tepat sekali stasiun ini memang nyata dan lebih tepatnya berlokasi pada Jalan Wolter Monginsidi Surakarta. Seperti yang kami uraikan diatas penggunaan Kota Solo lebih populer daripada penggunaan kota Surakarta. Didi Kempot sangat konsisten dengan tema dari lagi lagu yang dia bikin. Sebagai fakta unik, saking banyaknya lagu yang dia ciptakan, dia bahkan pernah lupa kalau pernah menciptakan suatu lagu. Tema yang selalu dihadirkan oleh lord Didi selalu meliputi tentang patah hati. Tema patah hatinya pun bisa di tujukan ke pria maupun wanita sehingga lagu didi kempot benar benar bisa merangkul hampir semua kalangan.

Janji Lungo Mung Sedelo
Jare Sewulan Ra Ono
Pamitmu Naliko Semono
Ning Stasiun Balapan Solo

 

Ada beberapa nama untuk penggemar dari didi kempot, mulai dari sobat ambyar, sad boys, sad girls sampai barisan patah hati. Apapun itu lagu lagu nya memang sangat sesuai dengan perjalanan manusia. Apalagi dengan ‘kedinamisan’ hati yang kapan pun bisa berubah isi hatinya, maka lagu lagu nya seakan berhadapan pada kehidupan nyata. Seperti satu bait diatas yang mengkisahkan tentang harapan yang dipatahkan sekali lagi di Stasiun Balapan. Saat ini, Didi Kempot sudah muncul lagi di media setelah lama berhenti. Dan dari seluruh uraian diatas tadilah para Gen Z dan Y dengan teknologi mereka telah memperkenalkan kembali lagi lagu Campursari. Hal itu membuktikan bahwa tidak semua teori globalisasi berlaku untuk saat ini.

Tags:
About Author: creator